HomeHILIRISASI NIKEL UNTUK SIASATI ANCAMAN RESESIBeritaHILIRISASI NIKEL UNTUK SIASATI ANCAMAN RESESI

HILIRISASI NIKEL UNTUK SIASATI ANCAMAN RESESI

Tahukah kamu Sobat? Berembusnya kabar resesi global 2023 masih ditengarai dampaknya bagi perekonomian Tanah Air. Sebagian pihak terutama pengampu kebijakan nasional, nih, Sob, menyusun upaya demi menekan potensi melemahnya perekonomian. Salah satunya hilirisasi nikel untuk siasati ancaman resesi.Yuk simak berita berikut!

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong investasi produk dari hilirisasi nikel, salah satunya berupa lembaran besi tahan karat atau hot rolled stainless steel. Proyek hilirisasi nikel diperkirakan bakal berkembang setelah pemerintah melarang ekspor produk bahan mentah.

Produk hilir nikel yang dimaksud yakni NPI, nickle matte, mixed hydroxide precipitate (MHP), hingga produk olahan lanjutan besi dan baja. Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan, kemajuan ekspor produk olahan nikel tak hanya berhenti pada produk setengah jadi tersebut. Namun ia meluas ke produk lanjutan seperti besi dan baja.

Di sisi lain, pemerintah perlu mengeluarkan dana investasi sekitar Rp15 triliun untuk membangun pabrik pembuatan lembaran besi tahan karat. Sementara itu, untuk membuat smelter pengolahan produk lanjutan hot rolled stainless steel berkapasitas produksi 1,07 juta ton per tahun, memerlukan biaya sekitar Rp8,5 triliun.

Adapun nilai ekspor produk hilirisasi nikel ini tinggi, lho, Sob! Disebutkan oleh menteri Luhut, sepanjang 2022 nilai ekspor produk hilirisasi nikel mencapai 33,81 miliar dolar AS atau sekira Rp506,3 triliun (asumsi kurs Rp14.975 per dolar AS).

Perkuat Industri, Hambat Dampak Resesi

Beragam strategi menghindari dampak buruk resesi terhadap Indonesia juga harus disikapi dengan aktif. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Arsjad Rasjid menilai, meski ekonomi Indonesia diprediksi tumbuh 5,3 persen tahun ini, ancaman resesi global perlu diwaspadai.

Pasalnya, kata dia, resesi global berpotensi menurunkan ekspor karena menurunnya permintaan global dan risiko kenaikan harga bahan baku impor. Oleh sebab itu, selain hilirisasi nikel untuk siasati ancaman dampak resesi, penguatan rantai nilai domestik menjadi peluang yang harus bisa dioptimalkan.

Tak hanya itu, Kadin mengusulkan dua kunci utama agar Indonesia bisa bertahan dalam menghadapi gejolak ekonomi 2023. Selain hilirisasi, pengaktifan peran dan penguatan UMKM kudu dijalankan.

Adapun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah perlu melakukan langkah-langkah antisipasi lain dengan memperkuat beberapa sektor yang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi di 2023, termasuk industri manufaktur.

Dengan beragam upaya di atas, kamu lebih mendukung langkah yang mana, Sob? 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *