Batu bara adalah jenis batuan sedimen, dengan kandungan karbon sebagai mineral utama dan juga hidrogen, belerang serta oksigen dalam mineral sekundernya. Batu bara adalah batuan yang terbentuk dari fosil-fosil tumbuhan dan juga hewan yang tertimbun dan mengalami proses kompaksi di dalam tanah untuk waktu yang sangat lama. Batubara yang terendapkan memberikan kenampakan geologi.
Salah satu kenampakan tersebut adalah cleat pada batubara. Sebenarnya apa itu ’Cleat’ batubara?
Cleat batubara adalah istilah yang merujuk pada serangkaian urat atau lapisan kecil yang terdapat di dalam batubara. Cleat batubara biasanya terbentuk pada saat proses pembentukan batubara dan dapat berfungsi sebagai jalur bagi gas dan cairan untuk bergerak melalui batubara.
Cleat batubara terdiri dari dua jenis, yaitu cleat primer dan cleat sekunder.
Cleat Primer
Cleat Primer terbentuk pada saat proses pengendapan batubara dan cenderung mengikuti arah laminasi atau tekstur awal dari materia organik yang membentuk batubara.
Cleat Sekunder
Cleat Sekunder terbentuk pada saat proses tektonik atau deformasi pada batubara.
Genesa Pembentukan Cleat:
- Endogenic Cleat
terbentuk awal coalification di bawah kondisi tarikan oleh gaya internal akibat pengeringan atau pengurangan air (dewatering) dan penyusutan matriks batubara (material organik). Berhubungan dengan tingkat kematangan batubara, orientasinya mencerminkan paleo-cleat dan hampir selalu tegak lurus perlapisan. mumnya tegak lurus bidang perlapisan, sehingga bidang cleat cenderung membagi lapisan batubara menjadi fragmenfragmen tipis yang tabular.
- Exogenic Cleat
terbentuk setelah coalification, dihubungkan oleh gaya eksternal yang berhubungan dengan tegasan regional. Cleat ini terorientasi pada arah tegasan utama dan dapat terdiri atas dua pasang kekar yang saling membentuk sudut.
- Induced Cleat
bersifat lokal akibat penambangan, yaitu adanya perpindahan beban ke dalam struktur tambang atau karena pengaruh peledakan. Frekuensi included cleat tergantung pada tata letak tambang dan macam teknologi penambangan yang digunakan.
Fungsi Cleat Batubara :
- Jalur aliran fluida: Cleat batubara berfungsi sebagai jalur aliran fluida, seperti gas dan air, yang dapat bergerak melalui batubara. Kehadiran cleat batubara dapat memudahkan proses produksi gas atau cairan dari batubara.
- Permeabilitas dan porositas: Cleat batubara dapat mempengaruhi permeabilitas dan porositas batubara, yang dapat memengaruhi produksi gas atau cairan dari batubara. Cleat batubara yang baik dapat memperbesar pori-pori dan meningkatkan permeabilitas batubara, sehingga memudahkan pengambilan gas atau cairan dari dalam batubara.
- Pembentukan panel batubara: Cleat batubara juga dapat mempengaruhi pembentukan panel batubara, karena dapat mempengaruhi kemampuan batubara untuk dilepaskan dari tanah yang menutupinya dan kemudian diekstraksi.
- Kestabilan lereng: Cleat batubara juga dapat mempengaruhi stabilitas lereng yang terdapat pada wilayah pertambangan batubara. Kehadiran cleat batubara dapat membantu menahan lereng agar tidak runtuh atau longsor saat dilakukan penggalian batubara.
Cleat batubara dapat menjadi penting dalam proses produksi batubara karena dapat mempengaruhi kemampuan batubara untuk dilepaskan dari tanah yang menutupinya dan kemudian diekstraksi. Cleat batubara juga dapat mempengaruhi permeabilitas dan porositas batubara, yang dapat mempengaruhi produksi gas atau cairan dari batubara.