HomePROSES PRODUKSI BAJA DENGAN BLAST FURNACEEdukasiPROSES PRODUKSI BAJA DENGAN BLAST FURNACE

PROSES PRODUKSI BAJA DENGAN BLAST FURNACE

Proses produksi baja yang pertama ialah para komponen dasar yang terdiri dari Iron Ore (Bijih Besi), coke (sebelumnya terbuat dari coal untuk pembuatan steel), dan limestone (tanah kapur) dimasukkan ke dalam blast furnace. Gimana si prosesnya?

Follow dan ikuti postingan @teknominerba agar selalu dapat info terkait dunia pertambangan

Media Sosial

Website : https://teknominerba.com/ 

Instagram : https://www.instagram.com/teknominerba/?hl=id 

Facebook : https://www.facebook.com/profile.php?id=100088591549727 

LinkedIn : https://www.linkedin.com/company/tekno-minerba/ 

Baja, terutama yang tahan karat merupakan material konstruksi yang paling banyak digunakan. Pembuatan baja itu sendiri diketahui melalui beragam proses untuk produksi baja dari bijih besi dan scrap. 

Blast furnace merupakan tungku untuk mereduksi bahan komponen dasar seperti bijih besi pellet, dan atau sinter secara kimia untuk diolah menjadi baja. Alat tersebut terbuat dari bijih besi, fluks dan kokas. 

Nantinya komponen dasar yang terdapat dalam tungku tersebut (blast furnace) akan diubah menjadi logam besi cair yang memiliki suhu tinggi (hot metal). Bisa-bisa udara di dalam tungku tersebut mencapai 1800 derajat celcius. Metode ini disebut juga sebagai tanur tiup. Hal ini dikarenakan selama prosesnya ditiupkan udara panas (hot blast) ke dalam tungku. 

Blast furnace (tungku untuk mereduksi bahan dasar) terbagi menjadi dua bagian, yaitu kerucut bawah yang disebut hentian dan kerucut atas yang disebut corong. Hentian di paling bawah disebut dengan tungku. 

Pada tahap selanjutnya, cairan besi (molten metal) yang terdapat dalam tungku akan masuk ke dalam dua bagian tersebut. Hasil dari proses blast furnace yang akan diproses kembali menjadi pengolahan besi adalah pig iron (besi kasar) dan terak. 

Lalu, pig iron dimasukkan ke dalam primary steelmaking furnace yang biasanya berupa oxygen furnace, electric arc furnace atau open hearth furnace. Di dalam alat tersebut ditambahkan juga berbagai bahan kimia lainnya guna dapatkan material properties yang diinginkan. 

Dalam proses dengan oksigen, karbon di dalam molten metal bereaksi dengan oksigen menghasilkan gas karbon monoksida. Gas ini harus keluar, jika tidak maka akan membentuk ‘gas pockets’ (rimming), dan ketika mendingin menjadi rimmed steel.

Oleh karena itu, untuk menghindarinya bisa menggunakan deoxidizer seperti silikon dan aluminium. Baja yang dihasilkan killed steel atau semi killed steel. 

Nantinya pada proses terakhir, tepatnya ketika baja tersebut telah dicetak dalam bentuk slab, bloom atau billet maka selanjutkan akan dibentuk menjadi beberapa macam profil seperti H-beam, angle (siku), channel, rel kereta, pelat, pipa (seamless pipe), dan lain sebagainya.

Barulah setelah semua proses tercapai, maka baja-baja tersebut bisa langsung dijual atau dipasarkan ke khalayak. 

Gimana Sobat Tekno, menarik bukan?

Terus ikuti perkembangan Tekno Minerba di semua sosial media yah. Salam Tekno!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *