Hi Sobat Minba!
Dalam kegiatan survei untuk pertambangan dilakukan dengan berbagai metode, salah satunya menggunakan Terrestrial Laser Scanner (TLS). Apa itu TLS?
Terrestrial Laser Scanner atau disingkat menjadi TLS adalah instrument yang memanfaatkan teknologi laser untuk akuisisi data survei. TLS merupakan salah satu metode penentuan posisi yang menggunakan teknologi scanning dengan menempatkan alat survei tersebut diatas permukaan bumi.
Metode TLS ini dapat menghasilkan jutaan titik (dalam sistem koordinat tertentu) dalam waktu yang relatif singkat dengan ketelitian yang
Hasil pengukuran TLS adalah awan titik (point clouds) yang memiliki koordinat secara 3D. Variasi jangkauan TLS dikategorikan:
- Jangkauan pendek (kurang dari 50m)
- Jangkauan menengah (50m – 350m)
- Jangkauan jauh (350m – 6km)
Metode TLS saat ini banyak dikembangkan untuk berbagai aplikasi, diantaranya untuk pemantauan lereng dan aktivitas gunung api, pemodelan kota, pekerjaan teknik sipil, hingga arsitektur.
Pada kegiatan pertambangan, TLS digunakan dalam:
- Survei untuk menghitung volume akurat, misalnya galian dan timbunan pada kegiatan pertambangan
- Survei permukaan tebing untuk melakukan kajian akurat perubahaan/deformasi permukaan tebing
- Survei topografi secara umum
Keuntungan TLS dibandingkan metode survei konvensional adalah:
- Mampu memperoleh hasil dengan cepat dan dalam keakuratan yang tinggi
- Kualitas hasil yang diperoleh secara signifikan lebih baik karena resolusi spasial yang tinggi
- Mampu memperoleh hasil data yang lebih lengkap
- Tingkat kedetilan atau kerinciaan sangat tinggi
- Cara memperoleh data lebih aman karena menggunakan penginderaan jauh (tanpa menyentuh obyek)