HomeURGENT!! STOP PEMBUANGAN TAILING TAMBANG KE LAUT KITAEdukasiURGENT!! STOP PEMBUANGAN TAILING TAMBANG KE LAUT KITA

URGENT!! STOP PEMBUANGAN TAILING TAMBANG KE LAUT KITA

Kalian tahu ga sih kebanyakan smelter nikel HPAL itu limbahnya menggunakan sistem DSTD? DSTD adalah deep-sea tailing disposal, yang diproduksi dengan jauh lebih murah daripada membangun bendungan tailing. Penasaran ga sih dengan DSTD? Yuk simak artikel berikut!

Pembuangan limbah tailing dengan model DSTD atau Deep Sea Tailing Disposal merupakan salah satu pendekatan dari sistem pengolahan limbah hasil penambangan yang dilakukan dengan menempatkan limbah tailing di dasar laut. Penggunaan DSTD sebagai model pengelolaan limbah tailing haruslah mempertimbangkan aspek lingkungan yang dapat terdampak secara langsung oleh DSTD.

Biasanya tailing akan dibuang di bawah zona eufotik permukaaan (50-100 meter) di kawasan dengan penggunaan sumber daya perikanan yang sangat rendah. Secara umum arah untuk ke area target DSTD membutuhkan lereng sehingga menghasilkan aliran tailing gravitasi. Menurut teori lingkungan, kriteria untuk penerapan DSTD harus dekat dengan pantai (kondisi laut yang sesuai misalnya, batimetri) dan pipa yang digunakan relatif pendek. Untuk praktiknya, penambangan di masa depan harus menggunakan data batimetri detail sehingga bisa menentukan untuk metode DSTD bisa dilakukan atau tidak.

Sustainable Development Goals (SDG) 2030 yang hadir dalam Kepres Nomor 59 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, menandakan bahwa Indonesia harus memenuhi setiap indikator dengan baik. Salah satu dari tujuan SDG adalah melestarikan kehidupan di bawah laut dan mengurangi jenis pencemaran laut. Perusahaan sering memilih DSTD sebagai opsi yang paling hemat biaya sebagai produk akhir tersisa setelah ekstraksi logam.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *