Halo Sobat Minba!
Batubara merupakan salah satu komoditas tambang andalan Indonesia. Batubara banyak digunakan dalam pembangkit tenaga listrik dan dalam sektor industri, juga digunakan dalam industri pengolahan mineral, seperti pengolahan bijih besi menjadi besi spons melalui proses reduksi. Di Indonesia, Batubara banyak ditemukan di Pulau Kalimantan. Hmm bagaimana hal itu bisa terjadi ya? Dan apa saja syarat terbentuknya batubara?
Batubara merupakan salah satu contoh dari batuan sedimen yang terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang telah mati dan mengalami proses dekomposisi selama jutaan tahun dengan penambahan tekanan dan panas di bawah lapisan tanah. Proses ini mengubah bahan organik menjadi material yang kaya akan karbon dan energi.
Lalu, apa saja syarat terbentuknya batubara ya Sobat Minba?
Pertama, melimpahnya jumlah tumbuhan berkayu untuk membentuk endapan organic
Proses ini melibatkan beberapa tahap, seperti penumpukan, penguburan, dan transformasi bahan organik menjadi batubara akibat panas dan tekanan di bawah lapisan tanah. Tumbuhan berkayu yang mati dan terkubur inilah yang menjadi sumber utama bahan organik yang kemudian berubahmenjadi batubara.
Syarat Terbentuknya Batubara
Syarat pembentukan yang kedua adalah iklim
Iklim yang lembap mendukung pertumbuhan dan akumulasi tumbuhan yang melimpah, terutama di daerah rawa-rawa, danau, atau wilayah yang memiliki kondisi lingkungan yang cenderung lembap. Wilayah yang memiliki suhu yang cukup untuk mendukung pertumbuhan tumbuhan berkayu akan cenderung memiliki akumulasi tumbuhan yang lebih besar untuk proses pembentukan batubara.
Syarat pembentukan yang ketiga adalah perubahan kondisi geologi seperti terjadinya sesar dan intrusi
Pergeseran atau penurunan akibat adanya sesar dapat mengakibatkan penguburan yang lebih dalam atau peningkatan tekanan dan suhu yang pada dapat mempengaruhi perubahan bahan organik menjadi batubara dengan waktu yang lebih cepat.
Intrusi magma ke dalam lapisan batuan di bawah permukaan dapat mengubah kondisi suhu dan tekanan di sekitar intrusi tersebut. Peningkatan suhu yang diakibatkan oleh intrusi magma dapat mempengaruhi perubahan bahan organik menjadi batubara. Intrusi juga dapat memicu perubahan kimia dalam batuan di sekitarnya, yang dapat mempengaruhi kualitas batubara yang terbentuk.
Syarat pemnentukan batubara yang keempat adalah lamanya proses pembentukan bahan organik menjadi batubara (umur batubara).
Umur dapat memengaruhi kualitas batubara yang terbentuk. Batubara yang terbentuk dalam waktu yang lebih lama cenderung memiliki kandungan karbon yang lebih tinggi dan lebih rendah kandungan air. Ini berarti bahwa batubara yang lebih tua dan lebih matang secara termal cenderung memiliki nilai kalor yang lebih tinggi dan lebih efisien sebagai sumber energi (Antrasit lebih bagus kualitasnya dibandingkan dengan lignit).
Mengapa Batubara Banyak ditemukan di Pulau Kalimantan?
Pada dasarnya, batubara berasal dari endapan organik yang dapat dihasilkan dari akumulasi tumbuhan yang telah mati dan terkompresi dalam waktu yang cukup lama. Tumbuhan yang mati tersebut biasanya terakumulasi dalam suatu cekungan yang cukup besar dengan lingkungan yang basah dan reduktif. Pulau Kalimantan sendiri memiliki beberapa cekungan seperti Cekungan Barito dan Cekungan Tarakan yang telah terbentuk sekitar 80 juta tahun yang lalu. Cekungan tersebut banyak mengakumulasi gambut dan akhirnya membentuk batubara yang sangat melimpah di pulau tersebut.