HomeMengenal Tambang Tertua di Dunia, Ngwenya MineEdukasiMengenal Tambang Tertua di Dunia, Ngwenya Mine

Mengenal Tambang Tertua di Dunia, Ngwenya Mine

Pernah dengar Tambang Ngwenya ga? Tambang Ngwenya itu tambang tertua di dunia lhoo. Tambang Ngwenya merupakan tambang besi dengan salah satu formasi geologi tertua di dunia, dan juga merupakan tempat aktivitas pertambangan paling awal di dunia bahkan berdasarkan data arkeolog, diperkirakan aktivitas penambangan di Tambang Ngwenya telah ada sejak 43000 SM. 

Halo sobat mimba! Pernah dengar Tambang Ngwenya ga? Tambang Ngwenya itu tambang tertua di dunia lhoo. Mau tahu lebih lengkapnya? Simak artikel dibawah ini yuk!

Tambang Ngwenya merupakan tambang yang terletak di perbatasan barat laut Swaziland, selatan Afrika. Deposit bijih besinya merupakan salah satu formasi geologi tertua di dunia, dan juga tempat aktivitas pertambangan paling awal di dunia bahkan berdasarkan data arkeolog, diperkirakan aktivitas penambangan di Tambang Ngwenya telah ada sejak 43000 SM. Tambang ini tidak hanya penting bagi orang-orang Swazi tetapi juga berisi sejarah perkembangan industri awal untuk Wilayah Afrika Selatan.

Di daerah lokasi pertambangan ini juga didapati hematite dan specularite yang mengandung besi.  Penduduk setempat di zaman dulu menambang hematite sebagai pigmen pada lukisan batu, sedangkan specularite (bijih berkilau) digunakan oleh kepala suku sebagai cat tubuh pada acara-acara seremonial.

Setelah beberapa abad, pada tahun 1964 The Swaziland Iron Ore Development Company (SIODC) yang dimiliki oleh The Anglo-American Corporation dengan penambangan modern menggunakan metode open pit. Penambangan ini berhasil mengekstraksi 20 juta ton bijih besi.  Namun, penambangan tersebut tidak bertahan lama karena terjadi banjir pada tahun 1977 dan masih menyisakan sekitar 32 juta ton cadangan bijih.

Pada tahun – tahun berikutnya, tambang Ngwenya menjadi wilayah tambang yang cukup kontroversional. Beberapa rencana pembukaan tambang kembali dilakukan oleh pemerintah, tapi terdapat berbagai masalah seperti korupsi, pencemaran lingkungan, dan diketahui adanya kondisi kerja yang buruk sehingga sulit untuk dilakukan.

Hingga akhirnya pada tahun 1982, wilayah ini dilindungi oleh Malolotja Nature Reserve dan dikelola oleh Swaziland National Trust Commission,  juga telah dijadikan Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO pada 2008.

Pada tahun 1982, wilayah ini dilindungi oleh Malolotja Nature Reserve dan dikelola oleh Swaziland National Trust Commission. Pada tahun 2011, Ngwenya Mine akhirnya kembali dibuka oleh perusahaan India bernama Salgaocar, namun hanya berlangsung selama 3 tahun dan berhenti pada tahun 2014 karena anjloknya harga bijih besi dunia pada saat itu hingga kegiatan pertambangan hampir tidak menguntungkan. 

Hingga belum ada upaya untuk membangun kembali dinding dan atap tambang. Tidak ada material baru yang diperkenalkan kecuali tangga dan platform tampilan yang menyatu dengan lingkungan sebagai situs budaya. Namun, terdapat ancaman pembangunan karena pemerintah sedang mempertimbangkan untuk membuka kembali tambang tersebut, sebagaimana yang diberitakan, pada tanggal 25 Mei 2020 lalu laporan The Times of Eswatini  menyebutkan jika Ngwenya Mine akan kembali dibuka oleh Vuka Lilanga Minerals.

Gimana nih sobat mimba, cukup menarik bukan mempelajari sejarah tambang? Setelah ini, adakah yang tertarik untuk mengunjungi tambang tertua di dunia? Atau malah sudah ada yang kesana? Kalau sudah, bisa nih berbagi pengalamannya dengan sobat mimba lain!  Masih banyak informati tambang yang menarik lainnya di Tekno Minerba! See you next video.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *