Halo Sobat Minba Sindrom lorong karpal atau carpal tunnel syndrome (CTS) adalah kondisi yang menimbulkan mati rasa kesemutan, nyeri, atau lemah di tangan dan pergelangan tangan. Sindrom ini terjadi ketika saraf di dalam pergelangan tangan terhimpit atau tertekan. Sindrom ini sering sekali dialami oleh pekerja tambang, ingin tahu lebih lanjut tentang CTS ini? Yuk simak artikel berikut!
Sindrom lorong karpal atau carpal tunnel syndrome (CTS) adalah kondisi yang menimbulkan mati rasa kesemutan, nyeri, atau lemah di tangan dan pergelangan tangan. Sindrom ini terjadi ketika saraf di dalam pergelangan tangan terhimpit atau tertekan.
Lorong karpal adalah lorong sempit di dalam pergelangan tangan yang dibentuk oleh tulang pergelangan tangan (tulang karpal) dan jaringan penghubung antar tulang (ligamen). Di dalam lorong karpal, terdapat saraf median, yang mengendalikan otot jari tangan dan menerima rangsangan dari kulit di daerah tangan.
Carpal tunnel syndrome (CTS) terjadi ketika lorong karpal menjadi sempit akibat jaringan yang mengelilinginya membengkak dan menekan saraf median. Meski dapat terjadi pada siapa saja, wanita lebih berisiko mengalami penyakit ini daripada laki-laki.
Kondisi ini juga berbeda dengan cubital tunnel syndrome, yaitu terjepitnya saraf ulnaris di lorong saraf di siku. Selain gejalanya mirip, carpal tunnel syndrome juga berbeda dengan de Quervain’s tenosynovitis, yaitu radang pada tendon pangkal jempol.
Penyebab carpal tunnel syndrome (CTS) adalah tertekannya saraf di pergelangan tangan. Tekanan pada saraf ini bisa terjadi akibat beberapa kondisi. Salah satunya adalah keretakan tulang di pergelangan tangan sehingga menyebabkan pembengkakan jaringan di sekitarnya.
CTS dapat menimbulkan gejala berupa kesemutan, nyeri, sensasi terbakar, serta mati rasa di tangan dan jari-jari tangan. Selain keluhan sensorik ini, penderita CTS juga mengalami lemah di otot tangan. Gejala CTS bisa hilang timbul sehingga mengganggu penderitanya dalam beraktivitas sehari-hari.