{"id":1725,"date":"2023-05-11T11:22:17","date_gmt":"2023-05-11T04:22:17","guid":{"rendered":"https:\/\/teknominerba.com\/?p=1725"},"modified":"2023-05-11T11:22:17","modified_gmt":"2023-05-11T04:22:17","slug":"begini-penggunaan-metode-geofisika-gpr-untuk-eksplorasi-nikel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/begini-penggunaan-metode-geofisika-gpr-untuk-eksplorasi-nikel\/","title":{"rendered":"Begini Penggunaan Metode Geofisika GPR untuk Eksplorasi Nikel"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahukah kamu? Meski Indonesia kaya dengan potensi nikel, namun untuk menemukannya tidak semudah itu. Dalam tahapan eksplorasi nikel, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">biasanya menggunakan metode geofisika GPR (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ground Penetrating Radar<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Metode GPR adalah metode geofisika yang bisa melihat dan mengekspor detail lapisan permukaan dengan pancaran gelombang elektromagnetik berfrekuensi tinggi ke bawah permukaan. Gelombang yang dihasilkan dari GPR nantinya akan dikirimkan ke antena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">transmitter<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk selanjutnya dipropagasikan ke bawah tanah dengan kecepatan. Kecepatan ini dipengaruhi oleh sifat kelistrikan material bawah permukaan yang disebut permitivitas dielektrik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan metode geofisika GPR untuk eksplorasi nikel ini dianggap optimal karena bisa memancarkan gelombang frekuensi tinggi yang cocok untuk mengidentifikasi area yang dangkal. Diketahui, gelombang GPR itu sendiri bisa melakukan penetrasi ke bawah permukaan sekitar 50 meter.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Dan biasanya, nikel ditemukan di kedalaman sekitar puluhan meter. Metode geofisika GPR digunakan untuk eksplorasi nikel yang berjenis nikel laterit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan metode geofisika GPR untuk eksplorasi ini tidak hanya bisa dilakukan di tanah yang rata namun juga beragam medan sulit seperti hutan hujan tropis hingga wilayah yang memiliki topografi kompleks. Setelah dilakukan metode geofisika GPR untuk eksplorasi, selanjutnya harus dilakukan pengolahan data.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Output yang didapatkan dari penggunaan teknologi GPR untuk eksplorasi nikel terutama nikel laterit adalah batas antara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">soil <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dengan target atau target dengan target yang lain, korelasi kedalaman dan ketebalan dengan data<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> logging<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau stratigrafi geologi dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">coring<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau bor, geologi bawah permukaan berupa sebaran dan topografi bawah permukaan dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">section<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> 2-D, geologi bawah permukaan berupa ketebalan dan kedalaman masing-masing target dalam peta 2-D, ketebalan dan kedalaman bawah permukaan masing-masing target dalam peta 3-D dan yang terakhir adalah estimasi cadangan terkira masing-masing target.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keberhasilan penggunaan metode geofisika GPR\u00a0 ini biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kandungan air tanah, jenis batuan, dan variasi densitas batuan. Metode Geofisika GPR dipilih untuk eksplorasi nikel karena metode inilah yang memiliki dampak yang relatif lebih kecil untuk lingkungan dan juga lebih murah, sehingga bisa menjadi solusi bagi para pelaku usaha pertambangan demi kegiatan yang efisien dan juga efektif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Metode geofisika GPR tidak hanya untuk eksplorasi nikel namun juga bisa mengeksplorasi segala yang tersimpan di bumi atau jenis bahan galian yaitu diantaranya bijih besi, bauksit, batubara, emas gamping, pasir hingga aluvial.\u00a0<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahukah kamu? Meski Indonesia kaya dengan potensi nikel, namun untuk menemukannya tidak semudah itu. Dalam tahapan eksplorasi nikel, biasanya menggunakan metode geofisika [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":1726,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[72,73],"class_list":["post-1725","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi","tag-geofisika","tag-gpr"],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1725","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1725"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1725\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1725"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1725"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1725"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}