{"id":1808,"date":"2023-06-07T07:31:15","date_gmt":"2023-06-07T00:31:15","guid":{"rendered":"https:\/\/teknominerba.com\/?p=1808"},"modified":"2023-06-07T07:31:15","modified_gmt":"2023-06-07T00:31:15","slug":"tingkatan-kekerasan-mineral-berdasarkan-skala-mohs","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/tingkatan-kekerasan-mineral-berdasarkan-skala-mohs\/","title":{"rendered":"TINGKATAN KEKERASAN MINERAL BERDASARKAN SKALA MOHS"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Skala Mohs adalah sebuah skala pengukuran kekerasan mineral yang dibuat oleh mineralogis Jerman, Friedrich Mohs pada tahun 1812. Skala ini digunakan untuk menentukan tingkat kekerasan mineral dengan membandingkan kekerasan satu mineral dengan mineral lainnya secara relatif.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Talc<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Talc merupakan mineral yang sangat lembut dengan angka kekerasan 1 pada skala Mohs. Mineral ini mudah hancur dan sering digunakan dalam kosmetik dan bedak.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Gypsum<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gypsum memiliki kekerasan 2 pada skala Mohs. Mineral ini juga lembut dan mudah dihancurkan, dan sering digunakan dalam bahan bangunan.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Calcite<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Calcite memiliki kekerasan 3 pada skala Mohs. Mineral ini lebih keras dari talc dan gypsum, tetapi masih mudah dihancurkan. Calcite merupakan mineral yang sangat umum ditemukan dan sering digunakan dalam industri.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Fluorite<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fluorite memiliki kekerasan 4 pada skala Mohs. Mineral ini lebih keras dari calcite, tetapi masih cukup mudah dihancurkan.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Apatite<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apatite memiliki kekerasan 5 pada skala Mohs. Mineral ini lebih keras dari fluorite, tetapi masih tergolong lembut. Apatite sering ditemukan dalam batuan beku dan sedimen.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Orthoclase<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orthoclase memiliki kekerasan 6 pada skala Mohs. Mineral ini lebih keras dari apatite dan sering ditemukan dalam batuan beku.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Quartz\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Quartz memiliki kekerasan 7 pada skala Mohs. Mineral ini sangat keras dan digunakan dalam pembuatan alat pemotong dan jam tangan.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Topaz\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Topaz memiliki kekerasan 8 pada skala Mohs. Mineral ini lebih keras dari quartz dan digunakan dalam pembuatan perhiasan.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Corundum<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Corundum memiliki kekerasan 9 pada skala Mohs. Mineral ini sangat keras dan digunakan dalam pembuatan alat pemotong dan batu permata.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Diamond<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diamond memiliki kekerasan 10 pada skala Mohs. Mineral ini sangat keras dan merupakan mineral terkeras yang ditemukan di alam. Diamond digunakan dalam pembuatan alat pemotong dan perhiasan.<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Skala Mohs adalah sebuah skala pengukuran kekerasan mineral yang dibuat oleh mineralogis Jerman, Friedrich Mohs pada tahun 1812. Skala ini digunakan untuk [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":1809,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[114,115,116,117,118,119],"class_list":["post-1808","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi","tag-corondum","tag-mohs","tag-orthoclase","tag-skala-moh","tag-talk","tag-topaz"],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1808","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1808"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1808\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1808"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1808"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1808"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}