{"id":3118,"date":"2023-10-12T09:46:45","date_gmt":"2023-10-12T02:46:45","guid":{"rendered":"https:\/\/teknominerba.com\/?p=3118"},"modified":"2023-10-12T09:46:45","modified_gmt":"2023-10-12T02:46:45","slug":"kyawthuite-dan-painite-dua-mineral-logam-paling-langka-di-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/kyawthuite-dan-painite-dua-mineral-logam-paling-langka-di-dunia\/","title":{"rendered":"Kyawthuite dan Painite : Dua Mineral Logam Paling Langka di Dunia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sobat Minba tau engga sih, ada 2 mineral paling langka di Dunia loh. Mineral itu adalah Kyawthuite dan Painite. Saking langkanya, mineral ini memiliki harga fantastis hingga mencapai ratusan juta rupiah per karatnya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingin tahu lebih lanjut? Cek artikel diatas ya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kyathuite dan Painite merupakan dua mineral yang paling langka di dunia, akibatnya harga mineral tersebut bisa mencapai ratusan juta rupiah per karatnya. Mengapa hal tersebut bisa terjadi yaa Sobat Minba?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kyawthuite dan Painite sangat langka dalam jumlah yang signifikan di kerak bumi. Jumlah bijih yang ditemukan relatif sedikit, membuatnya menjadi barang langka di pasar mineral.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembentukan Kyawthuite dan Painite melibatkan kondisi geologi yang jarang terjadi. Proses pembentukannya memerlukan kombinasi khusus dari unsur kimia, tekanan, suhu, dan waktu yang tepat. Kondisi ini tidak umum terjadi di banyak tempat di bumi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain menjadi mineral langka, Kyawthuite dan Painite juga memiliki nilai estetika dan keunikan yang tinggi. Kyawthuite memiliki warna oranye kemerahan yang menarik dan sering digunakan dalam perhiasan. Painite juga dikenal karena keindahan dan warna cokelat kemerahan.<\/span><\/p>\n<p><b>Kyawthuite: mindat.org<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut mindat, nama Mineral Kyawthuit diambil dari penemunya, Dr. Kyaw Thu (1973). Ia adalah seorang ahli mineralogi-petrolog-gemologi Myanmar dari Universitas Yangon. Mineral ini memiliki rumus kimia Bi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">3<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sb<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">5<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">O<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">4<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Secara visual, kyawthuite digambarkan sebagai batu permata kecil berwarna oranye tua yang memiliki berat 1,61 karat. Kekerasannya mencapai 5\u00bd pada Skala Mohs. Pada tahun 2015, kyawthuite mendapatkan pengakuan resmi dari International Mineralogical Association (IMA), mengukuhkan statusnya sebagai mineral langka yang patut diakui keberadaannya.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><strong>Painite<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mineral Painite pertama kali ditemukan di Myanmar pada tahun 1951. Mineral ini mengandung <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">zirkonium<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0dan\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">boron <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang mengikat satu sama lain, faktanya kedua senyawa tersebut sangat jarang danhampir mustahil untuk berikatan. Diperkirakan, mineral ini dapat dibentuk ketika superkontinen Gondwana mulai terbelah sekitar 180 juta tahun yang lalu, kemudian India bergerak ke utara dan bertabrakan dengan Asia Selatan. Tumbukan benua tersebut membentuk tekanan dan panas yang kemudian membentuk batu permata, salah satunya permata langka, Painite.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sobat Minba tau engga sih, ada 2 mineral paling langka di Dunia loh. Mineral itu adalah Kyawthuite dan Painite. Saking langkanya, mineral [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3119,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-3118","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi"],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3118","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3118"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3118\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3118"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3118"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3118"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}