{"id":3130,"date":"2023-10-16T10:33:25","date_gmt":"2023-10-16T03:33:25","guid":{"rendered":"https:\/\/teknominerba.com\/?p=3130"},"modified":"2023-10-16T10:33:25","modified_gmt":"2023-10-16T03:33:25","slug":"mengenal-tambang-tertua-di-dunia-ngwenya-mine","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/mengenal-tambang-tertua-di-dunia-ngwenya-mine\/","title":{"rendered":"Mengenal Tambang Tertua di Dunia, Ngwenya Mine"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah dengar Tambang Ngwenya ga? Tambang Ngwenya itu tambang tertua di dunia lhoo. Tambang Ngwenya merupakan tambang besi dengan salah satu formasi geologi tertua di dunia, dan juga merupakan tempat aktivitas pertambangan paling awal di dunia bahkan berdasarkan data arkeolog, diperkirakan aktivitas penambangan di Tambang Ngwenya telah ada sejak 43000 SM.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Halo sobat mimba! Pernah dengar Tambang Ngwenya ga? Tambang Ngwenya itu tambang tertua di dunia lhoo. Mau tahu lebih lengkapnya? Simak artikel dibawah ini yuk!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tambang Ngwenya merupakan tambang yang terletak di perbatasan barat laut Swaziland, selatan Afrika<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Deposit bijih besinya merupakan salah satu formasi geologi tertua di dunia, dan juga tempat aktivitas pertambangan paling awal di dunia bahkan berdasarkan data arkeolog, diperkirakan aktivitas penambangan di Tambang Ngwenya telah ada sejak 43000 SM. Tambang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ini tidak hanya penting bagi orang-orang Swazi tetapi juga berisi sejarah perkembangan industri awal untuk Wilayah\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Afrika <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Selatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di daerah lokasi pertambangan ini juga didapati\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hematite\u00a0<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">specularite\u00a0<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang mengandung besi.\u00a0 Penduduk setempat di zaman dulu menambang\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hematite\u00a0<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sebagai pigmen pada lukisan batu, sedangkan\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">specularite\u00a0<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(bijih berkilau) digunakan oleh kepala suku sebagai cat tubuh pada acara-acara seremonial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah beberapa abad, pada tahun 1964 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">The Swaziland Iron Ore Development Company (SIODC) yang dimiliki oleh The Anglo-American Corporation dengan penambangan modern menggunakan metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open pit. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Penambangan ini berhasil mengekstraksi 20 juta ton bijih besi.\u00a0 Namun, penambangan tersebut tidak bertahan lama karena terjadi banjir pada tahun 1977 dan masih menyisakan sekitar 32 juta ton cadangan bijih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahun \u2013 tahun berikutnya, tambang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ngwenya menjadi wilayah tambang yang cukup kontroversional. Beberapa rencana pembukaan tambang kembali dilakukan oleh pemerintah, tapi terdapat berbagai masalah seperti korupsi, pencemaran lingkungan, dan diketahui adanya kondisi kerja yang buruk sehingga sulit untuk dilakukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga akhirnya pada tahun 1982, wilayah ini dilindungi oleh Malolotja Nature Reserve dan dikelola oleh Swaziland National Trust Commission, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">juga telah dijadikan Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO pada 2008.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahun 1982, wilayah ini dilindungi oleh Malolotja Nature Reserve dan dikelola oleh Swaziland National Trust Commission. Pada tahun 2011, Ngwenya Mine akhirnya kembali dibuka oleh perusahaan India bernama Salgaocar, namun hanya berlangsung selama 3 tahun dan berhenti pada tahun 2014 karena anjloknya harga bijih besi dunia pada saat itu hingga kegiatan pertambangan hampir tidak menguntungkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga belum ada upaya untuk membangun kembali dinding dan atap\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tambang<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0Tidak ada material baru yang diperkenalkan kecuali tangga dan platform tampilan yang menyatu dengan lingkungan sebagai situs budaya. Namun, terdapat ancaman pembangunan karena pemerintah sedang mempertimbangkan untuk membuka kembali\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tambang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tersebut, sebagaimana yang diberitakan, pada tanggal <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">25 Mei 2020 lalu laporan The Times of Eswatini\u00a0 menyebutkan jika Ngwenya Mine akan kembali dibuka oleh Vuka Lilanga Minerals.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gimana nih sobat mimba, cukup menarik bukan mempelajari sejarah tambang? Setelah ini, adakah yang tertarik untuk mengunjungi tambang tertua di dunia? Atau malah sudah ada yang kesana? Kalau sudah, bisa nih berbagi pengalamannya dengan sobat mimba lain!\u00a0 Masih banyak informati tambang yang menarik lainnya di Tekno Minerba! See you next video.<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah dengar Tambang Ngwenya ga? Tambang Ngwenya itu tambang tertua di dunia lhoo. Tambang Ngwenya merupakan tambang besi dengan salah satu formasi [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3131,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-3130","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi"],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3130","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3130"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3130\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3130"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3130"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3130"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}