{"id":3558,"date":"2023-11-08T10:54:25","date_gmt":"2023-11-08T03:54:25","guid":{"rendered":"https:\/\/teknominerba.com\/?p=3558"},"modified":"2023-11-08T10:54:25","modified_gmt":"2023-11-08T03:54:25","slug":"cadangan-nikel-di-indonesia-tinggal-15-tahun-lagi-benarkah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/cadangan-nikel-di-indonesia-tinggal-15-tahun-lagi-benarkah\/","title":{"rendered":"Cadangan Nikel di Indonesia Tinggal 15 Tahun lagi, Benarkah?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini, Indonesia memiliki cadangan nikel sekitar 5,3 miliar ton, dengan potensi hingga mencapai 17 miliar ton. Estimasi ini telah mempertimbangkan pemakaian produksi selama setahun, termasuk limonit dan saprolite. Namun Badan Geologi memperkirakan bahwa nikel Indonesia akan habis dalam 15 tahun, apakah benar?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan bahwa cadangan nikel di Indonesia hanya tersisa selama 15 tahun. Saat ini, Indonesia memiliki cadangan nikel sekitar 5,3 miliar ton, dengan potensi hingga mencapai 17 miliar ton. Estimasi ini telah mempertimbangkan pemakaian produksi selama setahun, termasuk limonit dan saprolite. Dengan rata-rata tersebut, cadangan ini akan cukup untuk 15 tahun ke depan. Namun, jika kita mampu mengembangkan potensi ini, maka masa cadangan nikel bisa diperpanjang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Arifin Tasrif juga menekankan pentingnya penggunaan nikel secara lebih efisien dan tidak berlebihan, dan pemerintah akan terus mendorong eksplorasi sumber daya nikel. Arifin juga menyebut bahwa di masa depan, kita memiliki peluang untuk mengembangkan industri daur ulang nikel, yang akan berperan dalam memperpanjang masa cadangan nikel. Oleh karena itu, menurutnya, Pemerintah Indonesia harus menjaga ketersediaan bijih nikel di dalam negeri dengan cermat, terutama mengingat peningkatan jumlah fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel yang ada saat ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kementerian ESDM juga telah berkomitmen untuk segera menghentikan investasi baru dalam pembangunan smelter RKEF yang merupakan bagian dari proses pengolahan bijih nikel berkadar tinggi. Kebijakan ini diperlukan untuk mengatasi tingginya permintaan akan saprolit, sementara cadangan bijih nikel berkadar tinggi di dalam negeri semakin berkurang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan data yang diterbitkan oleh Badan Geologi Kementerian ESDM pada tahun 2021, sumber daya bijih nikel mencapai 17,68 miliar ton dengan cadangan sekitar 5,24 miliar ton. Sedangkan, sumber daya logam nikel mencapai sekitar 177 juta ton dengan cadangan sekitar 57 juta ton. Badan Geologi memperkirakan bahwa masa cadangan nikel saprolite (dengan kadar tinggi) adalah 15 tahun sisa, sementara cadangan nikel limonite (dengan kadar rendah) diperkirakan hanya akan bertahan selama 34 tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Arif S. Tiammar, Dewan Penasihat Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (Prometindo), kapasitas smelter Nickel Pig Iron (NPI) dan feronikel (FeNi) telah mencapai puncaknya. Oleh karena itu, ia mengusulkan untuk mempertimbangkan menerapkan moratorium pada pembangunan smelter nikel yang menghasilkan kedua produk tersebut. Perlu diketahui bahwa pada tahun 2022, terdapat 135 line smelter NPI yang menggunakan teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dari 65 perusahaan di Indonesia. Produksi nikel pada tahun 2022 mencapai 9 juta metric ton, yang memerlukan sekitar 120 juta wet metric ton (wmt) bijih nikel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiammar juga mencatat bahwa pertumbuhan jumlah smelter nikel terus meningkat secara signifikan, dari 155 line pada tahun sebelumnya menjadi 179 line pada tahun 2023, dengan tambahan tiga perusahaan. Hal ini menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa dan perlu diimbangi dengan upaya eksplorasi yang lebih intensif.\u00a0<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat ini, Indonesia memiliki cadangan nikel sekitar 5,3 miliar ton, dengan potensi hingga mencapai 17 miliar ton. Estimasi ini telah mempertimbangkan pemakaian [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3559,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-3558","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3558","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3558"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3558\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3558"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3558"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3558"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}