Sobat tekno sudah pada tau belum upaya peningkatan stabilitas lereng tambang yang sering digunakan?
Follow dan ikuti postingan @teknominerba dan baca artikel melalui website di www.teknominerba.com agar selalu dapat info terkait dunia pertambangan.
Pada suatu lereng bekerja gaya pendorong dan gaya penahan. Suatu lereng akan longsor bila keseimbangangaya – gaya yang bekerja terganggu, Oleh karena itu prinsip penaggulanagan keruntuhan lereng adalah mengurangi gaya pendorong atau menambah gaya penahan.
Penanggulangan yang baik adalah penanggulangan yang dapat mengatasi masalah secaratuntas dengan biaya yang relatif murah dan mudah pelaksanaannya. Penanggulangansangat tergantung pada tipe dan sifat keruntuhan lereng, kondisi lapangan serta kondisi geologi. Berikut jenis-jenis upaya peningkatan stabilitas lereng:
1. Resloping/Excavation
Lereng dapat dibuat lebih stabil dengan penggalian untuk mengurangi ketinggiannya atau membuatnya tidak terlalu curam. Meratakan lereng atau mengurangi ketinggiannya untuk mengurangi tegangan geser sepanjang permukaan geser potensial dan meningkatkan faktor keamanan. Meningkatkan stabilitas dengan penggalian mensyaratkan (1) area di puncak lereng dapat dikorbankan untuk meningkatkan stabilitas, (2) lokasi dapat diakses oleh peralatan konstruksi, dan (3) area tersedia untuk pembuangan material hasil galian.
2. Counter Weight
Counter Weight adalah struktur timbunan tambahan yang ditempatkan di kaki (toe) dari lereng. Pemasangan Counter Weight dilakukan untuk menahan beban lereng secara keseluruhan. Dengan adanya tambahan beban penahan membuat lereng tersebut semakin kuat dan stabil.
Beberapa contoh counter weight:
- Tire Wall
Tire wall merupakan perkuatan lereng menggunakan ban yang didalam nya diberi concrete dan material reject. Pada tire wall juga diberikan H-Beam pada bagian dasarnya sebagai perkuatan tambahan dan untuk menahan tire wall yang ada diatasnya, selain diberi H-Beam diberikan juga anchor yang terbuat dari kawat besi.
- Gabion Wall
Gabion Wall adalah konstruksi berbentuk dinding kawat berisi batu yang digunakan untuk menjaga kestabilan lereng.
3. Drainase
Drainase sejauh ini merupakan cara yang paling sering digunakan untuk menstabilkan lereng. Keruntuhan lereng sangat sering dipicu oleh kenaikan permukaan air tanah dan peningkatan tekanan air pori. Oleh karena itu, menurunkan muka air tanah dan mengurangi tekanan air pori merupakan cara logis untuk meningkatkan stabilitas. Untuk mengendalikan air permukaan dengan cara hydroseeding. Teknik hydroseeding dilakukan dengan cara menyemprotkan campuran hydroseeding ke bidang lereng. Dalam proses hydroseeding ini sendiri digunakan juga jute net yang berfungsi untuk menangkap bibit bibit yang ditabur pada lereng tersebut.