Tembaga diketahui telah ditemukan dan digunakan oleh nenek moyang sejak ribuan tahun lalu. Dulu, sempat ada zaman tembaga di antara zaman neolitikum dan zaman perunggu. Para nenek moyang menggunakan peralatan dari tembaga, selain menggunakan peralatan dari batu
Dari sekian banyaknya jenis logam, tembaga yang paling mudah ditemukan. Awal mulanya ditemukan tembaga yakni di kawasan Eropa. Tembaga pun mempunyai nama lain yakni crucibles dan slags. Kata unsur tembaga kemudian tercipta dari bahasa latin yakni cuprum yang berarti “logam siprus”. Dinamakan “logam siprus” karena berasal dari nama Pulau Mediterania di Siprus yang katanya menjadi surga dari jenis logam yang satu ini.
Pada 4.500 SM pun mulai dilakukan aktivitas kegiatan peleburan dan pertambangan yang berada di negara Bulgaria, Yunani, Siberia hingga Turki.
Indonesia diketahui masuk dalam kategori tujuh negara yang mempunyai cadangan tembaga terbesar di dunia. Cadangan tembaga Indonesia merupakan 3% dari total cadangan dunia.
Diungkap oleh Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eko Budi Lelono, bahwa cadangan bijih tembaga Indonesia mencapai 2.63 miliar ton dan sumber daya sebesar 15,08 miliar ton. Sedangkan untuk logam tembaganya, cadangan Indonesia berada di angka 23,79 juta ton serta sumber daya mencapai 48,89 juta ton.
Potensi tembaga di Indonesia tersebar di Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Jawa Timur, Aceh hingga Papua. Mengupas tuntas mengenai tembaga memang tidak lengkap bila kita tidak membicarakan keunggulannya. Nah, keunggulan tembaga yang terkenal ialah memiliki sifat konduksi panas dan listrik yang baik. Selain itu tembaga menjadi logam yang tahan terhadap segala korosi serta anti bakteri.
Logam tembaga yang dapat berkonsentrasi menjadi rendah dapat menjadi bahan nutrisi yang penting dalam kehidupan manusia bahkan tumbuhan sekalipun. Tembaga dapat dimanfaatkan tak hanya di produk yang ditemui di kehidupan sehari-hari manusia, namun juga di sektor skala besar industri seperti di industri otomotif, elektronika, konstruksi hingga pertanian.