HomePerdagangan Karbon Dibuka, Pertamina Siap jadi Market Leader ?BeritaPerdagangan Karbon Dibuka, Pertamina Siap jadi Market Leader ?

Perdagangan Karbon Dibuka, Pertamina Siap jadi Market Leader ?

Halo Sobat Minba, pada tau engga nih jika perdagangan karbon sudah dibuka oleh Bursa Efek Indonesia? Hmm lalu kira-kira Perusahaan mana yaa yang akan menjadi market leader nya?

Ingin tahu lebih lanjut? Cek artikel dibawah ini yuk!

Setelah perdagangan karbon resmi diluncurkan, PT Pertamina (Persero) menegaskan tekadnya untuk menjadi pemimpin pasar perdagangan karbon di Indonesia loh Sobat Minba!

Untuk mencapai tujuan ini, Pertamina akan mengoptimalkan potensi karbon yang dimiliki oleh semua anak perusahaan dalam rangka mengembangkan ekosistem perdagangan karbon. Langkah ini merupakan langkah konkret yang diambil oleh Pertamina untuk berkontribusi dalam mengatasi krisis perubahan iklim.

Komitmen ini diumumkan oleh Pertamina pada saat peluncuran perdana Bursa Karbon IDX di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada Selasa, 26 September lalu. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan bahwa Indonesia telah berhasil mengurangi emisi karbon sebanyak 60 persen, menciptakan peluang bagi Indonesia untuk terlibat dalam pasar solusi berbasis alam (nature-based solutions). Oleh karena itu, peluncuran Bursa Karbon IDX merupakan inisiatif yang bertujuan untuk menjadi kontribusi nyata dari PT Pertamina dalam mengatasi krisis perubahan iklim.

Presiden mengungkapkan potensi besar bursa karbon Indonesia, yang diperkirakan bisa mencapai Rp3.000 triliun atau lebih! Wah besar sekali yaa Sobat Minba!

 Angka tersebut sangat besar dan akan membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, sesuai dengan tren menuju ekonomi hijau di seluruh dunia. Presiden juga menegaskan bahwa peluncuran bursa karbon ini akan membantu Indonesia mencapai target Nationally Determined Contributions (NDC). Oleh karena itu, Presiden menyoroti pentingnya mengadopsi standar karbon internasional dan menggunakan teknologi untuk transaksi yang efektif dan efisien.

Dalam konteks ini, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, mengungkapkan peran penting yang dimainkan oleh Pertamina sebagai perusahaan terintegrasi dari hulu hingga hilir dalam bisnis dan perdagangan karbon. Melalui Subholding Upstream, Pertamina telah mulai menerapkan teknologi Carbon Capture Storage (CCS)/Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) dengan injeksi perdana CO2 di Lapangan Pertamina EP Jatibarang Field, Indramayu, Jawa Barat. Teknologi ini tidak hanya membantu mengurangi emisi karbon tetapi juga meningkatkan produksi migas di lapangan hulu Pertamina.

Pertamina Group telah berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem perdagangan karbon yang sesuai dengan standar internasional sebagai langkah dalam menghadapi krisis iklim. Selain itu, perusahaan juga mendukung target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 dengan mendorong program-program yang sesuai dengan penerapan Sustainable Development Goals (SDGs).

發佈留言

發佈留言必須填寫的電子郵件地址不會公開。 必填欄位標示為 *