{"id":1745,"date":"2023-05-19T11:30:17","date_gmt":"2023-05-19T04:30:17","guid":{"rendered":"https:\/\/teknominerba.com\/?p=1745"},"modified":"2023-05-19T11:30:17","modified_gmt":"2023-05-19T04:30:17","slug":"upaya-peningkatan-stasbilitas-lereng","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/upaya-peningkatan-stasbilitas-lereng\/","title":{"rendered":"Upaya Peningkatan Stasbilitas Lereng"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sobat tekno sudah pada tau belum upaya peningkatan stabilitas lereng tambang yang sering digunakan?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Follow dan ikuti postingan @teknominerba dan baca artikel melalui website di www.teknominerba.com agar selalu dapat info terkait dunia pertambangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada suatu lereng bekerja gaya pendorong dan gaya penahan. Suatu lereng akan longsor bila keseimbangangaya \u2013 gaya yang bekerja terganggu, Oleh karena itu prinsip penaggulanagan keruntuhan lereng adalah mengurangi gaya pendorong atau menambah gaya penahan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penanggulangan yang baik adalah penanggulangan yang dapat mengatasi masalah secaratuntas dengan biaya yang relatif murah dan mudah pelaksanaannya. Penanggulangansangat tergantung pada tipe dan sifat keruntuhan lereng, kondisi lapangan serta kondisi geologi. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut jenis-jenis upaya peningkatan stabilitas lereng:<\/span><\/p>\n<h3><strong>1. Resloping\/Excavation<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lereng dapat dibuat lebih stabil dengan penggalian untuk mengurangi ketinggiannya atau membuatnya tidak terlalu curam. Meratakan lereng atau mengurangi ketinggiannya untuk mengurangi tegangan geser sepanjang permukaan geser potensial dan meningkatkan faktor keamanan. Meningkatkan stabilitas dengan penggalian mensyaratkan (1) area di puncak lereng dapat dikorbankan untuk meningkatkan stabilitas, (2) lokasi dapat diakses oleh peralatan konstruksi, dan (3) area tersedia untuk pembuangan material hasil galian.<\/span><\/p>\n<h3><strong>2. Counter Weight<\/strong><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Counter Weight<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah struktur timbunan tambahan yang ditempatkan di kaki (toe) dari lereng. Pemasangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Counter Weight<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dilakukan untuk menahan beban lereng secara keseluruhan. Dengan adanya tambahan beban penahan membuat lereng tersebut semakin kuat dan stabil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa contoh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">counter weight:<\/span><\/i><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><i>Tire Wall<\/i><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tire wall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan perkuatan lereng menggunakan ban yang didalam nya diberi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">concrete<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan material <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reject<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tire wall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga diberikan H-Beam pada bagian dasarnya sebagai perkuatan tambahan dan untuk menahan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tire wall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang ada diatasnya, selain diberi H-Beam diberikan juga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">anchor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang terbuat dari kawat besi.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><i>Gabion Wall<\/i><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><i><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gabion Wall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah konstruksi berbentuk dinding kawat berisi batu yang digunakan untuk menjaga kestabilan lereng.<\/span><\/p>\n<h3><strong>3. Drainase\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Drainase sejauh ini merupakan cara yang paling sering digunakan untuk menstabilkan lereng. Keruntuhan lereng sangat sering dipicu oleh kenaikan permukaan air tanah dan peningkatan tekanan air pori. Oleh karena itu, menurunkan muka air tanah dan mengurangi tekanan air pori merupakan cara logis untuk meningkatkan stabilitas. Untuk mengendalikan air permukaan dengan cara hydroseeding. Teknik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hydroseeding<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dilakukan dengan cara menyemprotkan campuran hydroseeding ke bidang lereng. Dalam proses <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hydroseeding<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini sendiri digunakan juga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jute net<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berfungsi untuk menangkap bibit bibit yang ditabur pada lereng tersebut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sobat tekno sudah pada tau belum upaya peningkatan stabilitas lereng tambang yang sering digunakan?\u00a0 Follow dan ikuti postingan @teknominerba dan baca artikel [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":1746,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[84,85,86],"class_list":["post-1745","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi","tag-drainase","tag-stabilitas-lereng","tag-tirewall"],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1745","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1745"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1745\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1745"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1745"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1745"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}