{"id":3681,"date":"2023-11-29T11:49:47","date_gmt":"2023-11-29T04:49:47","guid":{"rendered":"https:\/\/teknominerba.com\/?p=3681"},"modified":"2023-11-29T11:49:47","modified_gmt":"2023-11-29T04:49:47","slug":"yuk-cari-tau-tentang-satu-satunya-museum-geologi-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/yuk-cari-tau-tentang-satu-satunya-museum-geologi-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Yuk Cari Tau tentang Satu-satunya Museum Geologi di Indonesia!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Halo Sobat Minba!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tau engga sih kalau Museum Geologi di Bandung merupakan satu-satunya Museum Geologi yang dimiliki oleh Indonesia?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wah kok bisa? Gimana yaa cerita dibalik pendirian museum itu? Dan apa saja isi di dalamnya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Museum Geologi didirikan pada tahun 1928 dan diresmikan dengan nama &#8220;Geologische Museum&#8221; pada tanggal 16 Mei 1929 saat Kongres Ilmu Pengetahuan Pasifik ke IV berlangsung. Proyek pembangunan berlangsung selama 11 bulan dengan melibatkan 300 pekerja dan menghabiskan anggaran sebesar 400.000 Gulden. Pada tahun 1850, aktivitas survei dan penelitian geologi di Indonesia dijalankan oleh lembaga pemerintah Belanda yang dikenal sebagai &#8220;Dienst van het Mijnwezen.&#8221; Dengan meningkatnya penelitian geologi dan pengumpulan contoh batuan, mineral, dan fosil, maka pada tahun 1928, gedung khusus dibangun untuk Laboratorium dan Museum Geologi di Jl. Diponegoro, Bandung (dahulu dikenal sebagai Rembrandt Straat).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Museum Geologi didirikan pada tahun 1928 dan diresmikan dengan nama &#8220;Geologische Museum&#8221; pada tanggal 16 Mei 1929 saat Kongres Ilmu Pengetahuan Pasifik ke IV berlangsung. Proyek pembangunan berlangsung selama 11 bulan dengan melibatkan 300 pekerja dan menghabiskan anggaran sebesar 400.000 Gulden. Pada tahun 1850, aktivitas survei dan penelitian geologi di Indonesia dijalankan oleh lembaga pemerintah Belanda yang dikenal sebagai &#8220;Dienst van het Mijnwezen.&#8221; Dengan meningkatnya penelitian geologi dan pengumpulan contoh batuan, mineral, dan fosil, maka pada tahun 1928, gedung khusus dibangun untuk Laboratorium dan Museum Geologi di Jl. Diponegoro, Bandung (dahulu dikenal sebagai Rembrandt Straat).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama masa Pendudukan Jepang (1942-1945), lembaga &#8220;Dienst van den Mijnbouw&#8221; mengalami perubahan nama menjadi &#8220;Kogyoo Zimusho,&#8221; dan menjadi bagian dari Laboratorium Paleontologi dan Kimia dari lembaga tersebut. Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, pengelolaan Museum Geologi berpindah tangan dari penguasa Jepang. Museum ini dikelola oleh Pusat Djawatan Tambang dan Geologi (PDTG, 1945-1950), dan Pusat Djawatan Geologi (1956-1957). Kemudian dilakukan program Revitalisasi Museum Geologi adalah yang bertujuan untuk meningkatkan sistem pameran Museum Geologi, menarik lebih banyak pengunjung, dan meningkatkan kualitas pelayanan museum. Proses revitalisasi dimulai pada tahun 1998 dan terakhir dilakukan pada\u00a0 2019-2020.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai satu-satunya museum geologi di Indonesia, Museum Geologi Bandung memamerkan berbagai koleksi kepurbakalaan yang mungkin tidak bisa ditemukan di tempat lain di Indonesia. Koleksi ini telah dikumpulkan oleh pengelola museum sejak akhir abad ke-19 hingga saat ini dan ditempatkan di beberapa ruangan khusus di dalam bangunan museum. Salah satu ikon dari koleksi di museum ini adalah replika fosil Dinosaurus, yaitu Tyrannosaurus Rex. Replika ini sangat akurat dalam menampilkan bentuk dan penampilan aslinya, sehingga menarik perhatian para pengunjung yang datang ke museum.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Museum Geologi terbagi menjadi tiga ruang utama, yaitu ruang orientasi, ruang sayap barat, dan ruang sayap timur. Ruang orientasi menampilkan peta geografi Indonesia dalam bentuk relief yang menggambarkan pembentukan bumi dan gunung api terkenal di Indonesia. Selain itu, terdapat Ruang Geologi Indonesia yang memberikan informasi tentang berbagai jenis batuan geologi di Indonesia serta penjelasan mengenai gunung api di negeri ini. Pada lantai dua, terdapat dua ruang utama lainnya, yaitu ruang Sumber Daya Geologi dan ruang Manfaat &amp; Bencana Geologi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ruang Sumber Daya Geologi menjelaskan beragam aspek, seperti sumber daya air, geothermal, dan tambang batu bara terbesar di Indonesia, serta topik lainnya yang terkait dengan sumber daya alam. Di sisi lain, ruang Manfaat &amp; Bencana Geologi memberikan informasi mengenai bahaya yang terkait dengan gempa bumi dan tanah longsor. Ruang ini juga menampilkan contoh barang yang rusak akibat letusan gunung Merapi di Semeru, Jawa Timur,\u00a0 Museum Geologi juga memiliki ruang pameran sejarah kehidupan, yang berisi fosil-fosil tengkorak manusia purba dan perkembangannya, serta fosil binatang purba seperti gajah, babi, kerbau, Secara keseluruhan, museum ini memiliki koleksi sebanyak 250.000 batuan dan mineral, serta 60.000 koleksi fosil. Wah banyak banget yaa Sobat Minba!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo Sobat Minba! Tau engga sih kalau Museum Geologi di Bandung merupakan satu-satunya Museum Geologi yang dimiliki oleh Indonesia? Wah kok bisa? [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3682,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-3681","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi"],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3681","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3681"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3681\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3681"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3681"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3681"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}