{"id":3738,"date":"2023-12-15T13:42:46","date_gmt":"2023-12-15T06:42:46","guid":{"rendered":"https:\/\/teknominerba.com\/?p=3738"},"modified":"2023-12-15T13:42:46","modified_gmt":"2023-12-15T06:42:46","slug":"benarkah-limbah-terak-feronikel-punya-nilai-ekonomi-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/benarkah-limbah-terak-feronikel-punya-nilai-ekonomi-tinggi\/","title":{"rendered":"Benarkah Limbah Terak Feronikel Punya Nilai Ekonomi Tinggi?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tau engga sih tentang Terak feronikel (TFN)? Terak feronikel merupakan hasil samping dari proses peleburan nikel. Selam aini, Terak feronikel dikenal sebagai zat berbahaya dan beracun, dapat mencemari tanah dan air tanah jika disimpan dalam jangka waktu yang lama. Namun, ternyata TFN juga memiliki nilai ekonomis tinggi loh Sobat Minba!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingin tahu lebih lanjut? Cek artikel dibawah ini ya!<\/span><\/p>\n<h3><strong>Apasih Terak Feronikel itu?<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terak feronikel (TFN) merupakan hasil samping dari proses peleburan nikel menggunakan metode pirometalurgi. Terak feronikel saat ini dapat digunakan dan diaplikasikan dalam konstruksi jalan, sebagai bahan campuran dalam industri semen, serta aplikasi lain seperti pupuk, geopolimer, dan teknik hidraulik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, limbah terak feronikel masuk dalam kategori sampah non-B3. Limbah, secara definisi, adalah hasil buangan dari proses produksi industri. Sementara limbah non-B3 adalah buangan yang tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun, seperti sisa sayur-sayuran dan daun yang gugur.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Terak feronikel memiliki nilai ekonomis tinggi?<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baru-baru ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai bahwa limbah terak feronikel memiliki potensi tinggi untuk dimanfaatkan kembali. Hal ini diungkapkan oleh Periset Metalurgi Ekstraksi BRIN, Eni Febriana, yang menyatakan bahwa terak feronikel dapat dimanfaatkan kembali dengan mengekstrak unsur berharga di dalamnya dan digunakan sebagai bahan material lain seperti pupuk, geopolimer, dan teknik hidraulik.<\/span><\/p>\n<h3><strong>\u00a0Limbah terak feronikel berbahaya?<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terak feronikel (TFN) merupakan zat berbahaya dan beracun, dapat mencemari tanah dan air tanah jika disimpan dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, diperlukan usaha untuk meningkatkan nilai tambah TFN guna mengurangi akumulasi produk tersebut. Komposisi TFN mencakup sekitar 30% silika, 20% magnesium, 12% besi, 1-2% aluminium, serta nikel (Ni), kobalt (Co), kromium (Cr), dan unsur logam tanah jarang (LTJ). Dengan mempertimbangkan kandungan yang terdapat dalam TFN, ekstraksi unsur berharga menjadi suatu proses yang menarik untuk dilakukan dengan tujuan meningkatkan nilai tambah dari TFN tersebut.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Limbah terak feronikel berbahaya?<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 2 Tahun 2014 telah mengkategorikan terak feronikel sebagai sampah yang dapat dimanfaatkan kembali, kendala muncul karena kandungan utama logam dan konten logam berharga seperti silikon, magnesium, dan kalsium relatif rendah. Untuk mengatasi hal tesebut, Riset dari BRIN menyarankan agar limbah terak feronikel diolah dengan pendekatan ekologis dan berkelanjutan, sesuai dengan prinsip eco-environmental atau lingkungan yang berkelanjutan. Hal ini dapat terkait dengan pengurangan penggunaan sumber daya dan energi untuk mencapai hasil yang lebih optimal dalam pengelolaan limbah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tau engga sih tentang Terak feronikel (TFN)? Terak feronikel merupakan hasil samping dari proses peleburan nikel. Selam aini, Terak feronikel dikenal sebagai [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3739,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-3738","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi"],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3738","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3738"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3738\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3738"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3738"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teknominerba.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3738"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}