Mengoptimalkan kegiatan produksi pertambangan menggunakan alat mekanis, seperti alat gali dan alat muat merupakan salah satu tantangan bagi perusahaan tambang dalam memenuhi target produksi. Pengawasan dalam kerja alat agar tetap produktif dan efisien cukup sulit jika hanya dilakukan oleh tenaga manusia. Saat ini hampir seluruh perusahaan tambang ternama di Indonesia telah menerapkan konsep Dispatch System guna mengontrol kegiatan produksi alat mekanis.
Sobat Tekno sudah tau belum mengenai Dispatch System di Pertambangan? Langsung saja simak penjelasannya di artikel berikut ya!!
Pengawasan dalam kerja alat di tambang cukup sulit jika hanya dilakukan oleh tenaga manusia. Dispatch System merupakan instrumen yang digunakan sebagai kendali aktivitas kerja dan keberadaan alat produksi tambang. Penggunaan Dispatch System ini dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas kerja alat muat dan alat angkut serta alat tambang lainnya, dan dapat meningkatkan efisiensi kerja sehingga target produksi yang diinginkan perusahaan dapat tercapai.
Parameter-parameter yang perlu diperhatikan dalam Dispatch System :
- Alat berat (shovel, truck, drilling machine)
- Qeueing time
- Spotting time
- Loading time
- Time full and empty
- Dumping time, dsb
Keuntungan Dispatch System :
- Dapat membantu mengoptimalkan produksi, karena dispatch system akan membantu penyebaran truck secara otomatis menyesuaikan kondisi operasi saat itu
- Mengamati perkembangan produksi tiap alat berdasarkan waktu nyata
- Dengan data produksi yang dicatat dan dikumpulkan dispatch, dapat digunakan untuk menganalisis produksi, dan merencanakan operasi agar lebih optimal
Kerugian Dispatch System :
Apabila terjadi masalah pada sistem, maka produksi akan terganggu. Selain itu, pengoperasian Dispatch membutuhkan operator yang berpengalaman dalam mendukung keberjalanan produksi