Tambang bawah tanah adalah sistem penambangan dimana seluruh aktivitas yang dikerjakan tidak berhubungan langsung dengan udara luar dan seluruh aktivitas penambangannya dilakukan di bawah permukaan bumi. Agar operasinya dapat berjalan, perlu adanya aspek pendukung yang penting berupa Sistem Penyanggaan.
Penasarankan apa itu sistem penyanggaan? Simak Penjelasan berikut ya!!!
Tambang bawah tanah adalah sistem penambangan dimana seluruh aktivitas yang dikerjakan tidak berhubungan langsung dengan udara luar dan seluruh aktivitas penambangannya dilakukan di bawah permukaan bumi.
Tambang bawah tanah mengacuh pada metode pengambilan bahan-bahan mineral yang dilakukan dengan membuat terowongan menuju lokasi mineral tersebut. Terowongan tersebut bisa berumur panjang dengan didukung yang namanya Sistem Penyanggaan.
Apa itu Sistem Penyanggaan?
Sistem penyanggaan adalah salah satu aspek penting dalam perencanaan penambangan dengan metode tambang bawah tanah karena menjadi penentu kesuksesan dan kegagalan penambangan. Kesalahan dalam menentukan sistem penyanggaan dapat menimbulkan risiko terhadap keselamatan pekerja yang dapat mengganggu proses produksi.
Sistem Penyanggaan dalam tambang bawah tanah dibedakan menjadi dua, yaitu :
- Natural Support
- Artificial Support
Natural Support (Penyangga Alamiah)
Natural Support adalah penyangga yang menggunakan material yang berada atau dihasilkan dari proses penambangan itu sendiri. Stope dengan penyangga alamiah dapat diterapkan pada metoda tambang bawah tanah room and pillar atau metode tambang bawah tanah sublevel stoping. Penyangga alamiah dibagi menjadi:
- Endapan bijih yang ditinggalkan atau tidak ditambang.
- Endapan bijih kadar rendah. Setelah dinilai tidak ekonomis, endapan bijih ini ditinggalkan sebagai penyangga.
- Waste (batuan samping), atau mineral lain yang tidak ditambang.
Artificial Support (Penyangga Buatan)
Artificial support adalah penyangga buatan yang dilakukan didalam tambang bawah tanah untuk menjaga kestabilan batuan dan memelihara “load bearing capacity” batuan yang ada disekitar lobang bukaan / terowongan, agar tidak terjadi keruntuhan (rock failure). Penyangga Buatan diterapkan dalam metode tambang bawah tanah shrinkage stoping, cut and fill mining, square set mining, dan longwall miing.
Bahan material penyangga buatan dapat berupa kayu (timber), besi atau baja, semen atau beton, semen semprot/tembak atau “shotcrete”. Ada juga material pengisi (filling support) seperti broken ore, waste, dan tailing. Selain itu, ada juga peyangga aktif lainnya seperti paku bumi (rock bolt, resin bolt, cable bolting, dan cable grouting).