HomeBahan Galian Nuklir: Uranium dan ThoriumEdukasiBahan Galian Nuklir: Uranium dan Thorium

Bahan Galian Nuklir: Uranium dan Thorium

Bahan galian nuklir didefinisikan sebagai bahan dasar untuk pembuatan bahan bakar nuklir. Indonesia sendiri memiliki harta karun bahan baku nuklir berupa uranium dan thorium. Menurut catatan badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) pada 2020, Indonesia menyimpan 81,090 ton uranium dan 140,411 ton thorium yang tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Uranium dan thorium, sebagai komoditas bahan galian nuklir yang melimpah di Indonesia, dalam pemanfaatannya thorium dianggap lebih unggul, mengingat jumlah cadangannya yang lebih banyak dari cadangan uranium di Indonesia, tak jarang energi thorium digadang gadang sebagai pembangkit revolusi energi. Hal ini dikarenakan thorium dapat dikatakan sebagai sumber energi bersih, dengan limbah yang tergolong sangat kecil, tidak dapat digunakan sebagai senjata, tidak menghasilkan emisi, serta murah karena densitas energinya yang tinggi.

Sayangnya, perkembangan pertambangan bahan galian nuklir di Indonesia tidak bisa dikatakan mulus. Hal ini disebabkan oleh adanya beberapa faktor kendala yang muncul seperti kendala biaya, lingkungan, sosial, dan keselamatan kerja.

Menindaklanjuti kendala dan kekhawatiran terkait faktor lingkungan dan keselamatan kerja pemerintah sedang berusaha menyesuaikan regulasi dalam negeri dengan aturan dari Badan Tenaga Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA).

Dari segi finansial, Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tengah menyiapkan peta investasi untuk bahan galian nuklir di Indonesia. Peta tersebut dirancang untuk menarik minat investor. Harapannya, langkah – langkah tersebut dapat membantu mengakselerasi pemanfaatan dan pertumbuhan industri pertambangan bahan galian nuklir di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *