HomeCara Mengetahui Kandungan EmasEdukasiCara Mengetahui Kandungan Emas

Cara Mengetahui Kandungan Emas

Halo Sobat Minba perlu diketahui bahwa Indonesia adalah salah satu penghasil emas terbesar didunia. kekayaan emas kita bahkan bisa melapisi gunung everst dengan emas (emot tercengag). wow gak tuh. Tapi sobat minba tahu gak cara mengetahui kandungan emas? apa? karat karat? yak salah satu menetahui kemurnian emas itu bisa dari jumlah karatnya.  Ingin tahu lebih lanjut? Yuk simak artikel berikut!

Emas adalah salah satu logam yang paling sering digunakan untuk bahan pembuatan perhiasan, baik kalung, cincin, anting, gelang, dan sebagainya. Logam emas bersifat sangat lunak. Saat akan dibentuk menjadi perhiasan, emas harus dicampur dengan logam lain agar membuatnya lebih kuat seperti perak dan tembaga. Semakin tinggi kadar emas, semakin mahal pula harga perhiasan tersebut, begitu juga sebaliknya. Sebagai logam mulia yang sejak dulu dianggap sangat bernilai karena jumlahnya yang terbatas dan memiliki tampilan unik berkilau. Semakin banyak emas pula, semakin berkilau perhiasan tersebut.

Dalam perhiasan, kandungan emas yang terkandung di dalamnya dijelaskan dalam ukuran karat emas. Dengan ukuran karat, pembeli emas bisa mengetahui tingkat kemurnian dalam perhiasan. Ukuran tertinggi jumlah karat adalah 24 karat yang ditujukan untuk emas murni yang lazim berbentuk batangan atau emas batangan. Emas 24 karat dianggap sebagai emas murni atau kadar 99,9 persen. Berbeda dengan emas perhiasan yang relatif fleksibel, emas batangan ini dijual dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh produsennya. Bagaimana cara mengetahui kandungan kemurnian emas dari jumlah karatnya?

di kutip dari Goldpricez, Rabu (7/4/2021), cara menghitung satuan karat atau kemurnian emas dalam perhiasan sangat mudah dilakukan. Sebagai contoh emas 15 karat, maka perhitungannya adalah dengan membaginya dengan 24, lalu dikalikan dengan 100 sebagai angka konversi. Angka 24 merupakan angka untuk emas paling murni atau kadar emas 99,9 persen seperti pada emas batangan.  Kandungan kemurnian emas dalam perhiasan emas adalah : 

15 karat adalah 62 persen (15/24 x 100) = 62,5%

20 karat, adalah 83 persen (20/24 x 100) = 83%

Berikut rincian tingkat kemurnian emas dalam karat: 

  • 10 karat: 41 persen 
  • 14 karat: 58 persen 
  • 15 karat: 62 persen 
  • 18 karat: 75 persen 
  • 19 karat: 78 persen 
  • 20 karat: 82 persen 
  • 21 karat: 86 persen 
  • 22 karat: 90 persen 
  • 23 karat: 94 persen 
  • 24 karat: 99 persen

Cara Mengetahi Kemurnian Emas

Perhatikan Bentuk Fisiknya
Cara pertama yang harus kamu pahami memperhatikan bentuk fisik emas. Yaitu bisa melihat tanda-tanda khusus pada emas murni atau batangan. Berikut ciri-cirinya.

Padat
Karena emas merupakan logam padat, maka cobalah menjatuhkan emas ke dalam air. Apabila emas tersebut tenggelam, maka emas tersebut asli.

Tidak Magnetis
Emas asli tidak akan tertarik oleh magnet jika kamu dekatkan. Hal ini dikarenakan emas memiliki sifat non magnetis. Apabila emas tertarik magnet, maka bisa dikatakan itu emas palsu.

Emas Merupakan Konduktor yang Baik
Konduktor merupakan benda yang memiliki sifat penghantar panas. Emas merupakan bahan yang memiliki sifat konduktor di bawah tembaga dan perak. Maka, tidak heran jika emas menjadi bahan pembentuk chip pada lapotop atau komputer, bahan pelindung kaca helm astronot, dan bahan pembentuk pesawat.

Tidak Korosif
Emas memiliki sifat anti karat yaitu emas tidak akan berubah sampai kapan pun. Tetapi berbeda dengan emas campuran, emas asli berubah warna menjadi gelap seiring berjalannya waktu. Ada Tanda TertentuTerdapat tanda khusus pada emas asli, yaitu berupa label nilai kadar karat dari emas. Seperti nilai 0-999 atau 0k sampai 24k yang ada di permukaan emas batangan.

Apabila Digosok dan Digores Tidak Berubah Warna
Jika ingin membuktikan emas tersebut asli atau palsu, maka cobalah menggosoknya dengan telapak tangan. Setelah digosok, coba amati. Apabila warnanya pudar, maka emas tersebut bisa dikatakan palsu. Cara selanjutnya adalah dengan menggores emas pada keramik atau kertas. Apabila digoreskan tidak meninggalkan bekas di keramik, maka bisa dikatakan emas tersebut asli.

Teteskan Asam Nitrat
Cara selanjutnya dengan meneteskan asam nitrat ke dalam emas, setelah itu coba lihat reaksinya. Apabila berubah warna menjadi hijau, maka emas tersebut sebenarnya besi yang diberi lapisan emas. Apabila berubah warna menjadi kuning, maka logam tersebut sebenarnya kuningan yang telah dilapisi emas.

Kemudian jika emas tersebut berubah warna seperti susu, maka sebenarnya perak yang telah dilapisi emas. Tetapi jika emas tersebut tidak berubah warna, maka bisa dikatakan kalau itu emas asli. Jika kamu menggunakan asam nitrat, perlu berhati-hati karena cairan ini cukup berbahaya bagi pernapasan.

Coba Gigit Emas
Jika kamu mengira para atlet menggigit emas saat mendapat medali hanya sebuah pose, maka itu pemikiran yang kurang benar. Sebenarnya menggigit emas juga menjadi salah satu cara untuk membuktikan keaslian dari benda tersebut.

Apabila emas yang telah digigit meninggalkan bekas gigitan, maka bisa dikatakan kalau itu emas palsu. Karena sebenarnya emas asli tidak akan meninggalkan bekas gigitan jika digigit.

Menguji dengan Suara
Emas merupakan logam padat. Meskipun begitu, emas memiliki suara nyaring dengan nada tinggi apabila dijatuhkan ke keramik, diketuk, atau jatuh ke permukaan yang keras. Apabila kamu menjatuhkan ke permukaan logam, maka suaranya akan lebih nyaring.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *