Hi Sobat Mimba! Saat ini manusia cukup familiar dengan istilah GPS (Global Positioning System) yang merupakan alat bantu untuk menentukan lokasi dan posisi. Seiring dengan perkembangan teknologi semakin banyak layanan maupun digital yang memanfaatkan GPS seperti Google Maps dan Waze. Namun sebenarnya istilah yang lebih tepat untuk digunakan adalah GNSS (Global Navigation Satellite System). Lalu apa itu GNSS? Apa itu GPS? Apa perbedaannya?.
Saat ini manusia cukup familiar dengan istilah GPS (Global Positioning System) yang merupakan alat bantu untuk menentukan lokasi dan posisi. Seiring dengan perkembangan teknologi semakin banyak layanan maupun digital yang memanfaatkan GPS seperti Google Maps dan Waze. Namun sebenarnya istilah yang lebih tepat untuk digunakan adalah GNSS (Global Navigation Satellite System).
GPS (Global Positioning System)
GPS merupakan satelit yang berfungsi untuk melakukan penentuan posisi serta navigasi. Satelit ini dikembangkan dan dikendalikan oleh pemerintah Amerika Serikat melalui United States Air Force (USAF).
GNSS (Global Navigation Satellite System)
GNSS adalah suatu sistem yang menggabungkan satelit – satelit yang berfungsi untuk menentukan posisi dan navigasi yang dikembangkan berbagai negara seperti GPS oleh Amerika Serikat, GLONASS oleh Rusia, Galileo oleh Uni Eropa, BeiDou/Baidu oleh China, IRNSS oleh India, dan QZSS oleh Jepang.
GPS vs. GNSS
Sebenarnya, GPS itu adalah bagian dari GNSS. GNSS itu terdiri dari konstelasi atau kumpulan satelit yang dioperasikan oleh beberapa negara salah satunya GPS yang dikembangkan oleh Amerika Serikat. Jadi saat munggunakan program atau aplikasi yang memanfaatkan fitur penentuan lokasi atau navigasi, kalian sedang menggunakan GNSS. Namun, tidak menutup kemungkinan jika hanya menggunakan GPS, hal ini tergantung pada kemampuan penerimaan sinyal program atau aplikasi tersebut.
Untuk pertambangan, GNSS memproduksi citra satelit yang resolusinya tinggi. Maka, terlihat dengan jelas dan akurat apa saja yang ada di permukaan bumi sehingga dalam kegiatan pertambangan dapat dimanfaatkan untuk:
- Melihat potensi tambang
- Membantu pengamatan setelah atau sebelum aktivitas pertambanagan untuk peningkatan produktivitas
- Memetakan denah atau site plan dari lokasi pertambangan
- Mengawasi kegiatan rehabilitasi tanah