HomeHSE, Pelindung Nyawa Penambang dan LingkunganEdukasiHSE, Pelindung Nyawa Penambang dan Lingkungan

HSE, Pelindung Nyawa Penambang dan Lingkungan

Pertambangan mungkin identik dengan “pekerjaan beresiko, berbahaya, merusak lingkungan” dan lain sebagainya. Padahal segala resiko yang ada, hingga potensi pencemaran lingkungan yang timbul, semua itu bisa dicegah dengan HSE. Nah, apa sih itu HSE? Simak artikel berikut, yuk!

Selama 2019 sampai 2021, sekitar 147 nyawa melayang. Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), ada 881 kasus kecelakaan tambang dalam rentang waktu 2013-2021. Sungguh memprihatinkan dan menyadarkan kita bahwa kepedulian akan keselamatan harus jadi prioritas. Selain itu, aktivitas pertambangan juga telah menjadi penyumbang emisi CO2 yang cukup  besar, serta menghasilkan ragam pencemaran lain. Kedua hal inilah alasan mengapa kita perlu mengenal HSE. Nah, tahukah, Sob, apa itu HSE?

APA ITU HSE?

Health, Safety, and Environment atau HSE adalah sebuah sistem manajemen untuk memastikan kesehatan, keselamatan, dan perlindungan lingkungan dalam pertambangan. Health berfokus pada kesejahteraan fisik dan mental karyawan. Safety bertujuan untuk mencegah kecelakaan kerja dan memastikan keselamatan karyawan. Environment mengurangi dampak negatif operasional terhadap lingkungan melalui pengelolaan limbah

Dalam dunia pertambangan, Health, Safety, and Environment (HSE) memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan, kesehatan, dan lingkungan kerja. Ada enam aspek kunci HSE yang harus diperhatikan di area pertambangan, Apa sajakah itu?

  1. Identifikasi Bahaya dan Risiko: Identifikasi bahaya dan risiko di area pertambangan adalah hal yang sangat krusial. Pada tahapan ini, dilakukan penilaian dan penyesuaian aspek keamanan untuk meminimalkan potensi risiko dan menciptakan lingkungan kerja yang aman.
  2. Standar dan Pelatihan: Kesadaran dari diri para pekerja sendiri untuk menjaga keselamatan juga hal yang perlu dilakukan. Dalam hal ini, salah satu contoh implementasinya adalah diadakannya pelatihan bagi pekerja tambang, serta panduan dan tuntunan untuk selalu memperhatikan SOP perusahaan.
  3. Prosedur Limbah Efektif:  Memastikan pengelolaan limbah yang baik adalah langkah penting untuk mencegah dampak lingkungan negatif yang dapat merusak lingkungan maupun keselamatan pekerja itu sendiri, semua harus berorientasi pada regulasi yang berlaku.
  4. Pemeriksaan dan Pemeliharaan Rutin: Penting untuk memastikan bahwa semua peralatan dan fasilitas di pertambangan sesuai dengan standar keselamatan, dalam rangka untuk menghindari kecelakaan akibat peralatan yang digunakan tidak sesuai dengan standar atau mengalami kerusakan.
  5. Rencana Darurat Komprehensif:  Berupa penyusunan rencana dan latihan berkala untuk memastikan kesiapan pekerja dalam menghadapi situasi darurat adalah satu langkah untuk dapat meminimalisir dampak kecelakaan yang tidak terduga, seperti bencana alam.
  6. Evaluasi dan Peningkatan Kinerja: Evaluasi akan penerapan dan impelementasi kebijakan HSE penting untuk terus dilakukan, demi menjamin terus terjaganya keselamatan para pekerja. Terlebih seperti yang kita tahu, area pertambangan sangat rawan dan sangat mungkin terjadi kecelakaan sewaktu-waktu.

Kecelakaan adalah hal yang tidak terduga. Apapun alasannya, penerapan standar keselamatan di setiap perusahaan harus selalu diterapkan dan diperketat. Tidak ada hal yang sepele dalam hal keselamatan, kita harus selalu mematuhi segala kebijakan yang ada, tentunya untuk keselamatan diri kita juga. Gimana, Sob. Terus patuhi peraturan yang ada ya!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *